LATEST POST
latest

728x90

468x60

Utang RI Naik 1 T per hari, Rezim Jokowi Gagal, DPR-nya pun Gagal


Ada yang menarik dari berita yang sedang viral akhir-akhir ini,  yaitu tentang utang RI yang membengkak luar biasa pesatnya. Jumlah utang pemerintah per April 2019 tembus Rp 4.528,45 Triliun atau bertambah Rp 347 Triliun jika dihitung dari April 2018 atau selama satu tahun. Rasio utang pemerintah 29,65% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) (sumber: detik.com).

Lalu para tokoh ramai berkomentar soal membengkaknya utang RI ini. Semua orang mengkritik Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan RI yang gagal, dan tidak sedikit yang mempertanyakan label yang disematkan kepadanya sebagai menteri keuangan terbaik se-Asia Timur dan Pasifik. Para tokoh politik di kubu BPN sepertinya memanfaatkan isu ini untuk menyerang Rezim Jokowi. Alih-alih menyerang rezim Jokowi, efek samping yang ingin didulang adalah mengompori rakyat di bulan-bulan yang masih panas karena pemilu presiden 2019 kemarin. Namun, tokoh politik di kubu TKN pun tak tinggal diam menanggapi serangan bertubi-tubi dari lawan. Segala alasan yang rasional pun dibangun untuk meredam protes masyarakat. Mungkin saat ini kita sedang menunggu efek domino dari serangkaian opini yang dibangun oleh kedua kubu itu.

Anehnya lagi, ada tokoh politik yang juga menjadi bagian dari DPR mengkritik keras Rezim Jokowi secara bertubi-tubi lewat media sosial online. Bahkan, dia mengatakan bahwa rezim ini telah gagal. Padahal, jika membengkaknya utang RI ini menjadi salah satu parameter kegagalan pemerintah, maka yang gagal tidak hanya pemerintah (dalam hal ini Presiden dan para pembantunya). Tetapi yang gagal juga DPR-nya. DPR yang memiliki fungsi pengawasan dan fungsi anggaran seharusnya bekerja maksimal sebagai perpanjangan suara rakyat untuk mengawasi dan mengontrol pemerintah agar tidak keluar dari jalurnya atau offside. Tetapi yang terjadi sekarang adalah sebaliknya, DPR justru membiarkan ini terjadi dan memang faktanya sudah terjadi. Setelah terjadi, sebagian anggota DPR baru beramai-ramai mengkritik pemerintah bahwa pemerintah telah gagal melalui media sosial online. Mereka tak sadar, bahwa mereka juga telah gagal menjalankan fungsi sebagai angota DPR. Hei bung, kemarin kemana aja lau? 

Jika memang rezim ini telah gagal dalam hal menekan angka utang, maka yang gagal bukan hanya presiden dan para pembantunya, tetapi juga anggota DPR periode ini juga gagal total mengemban amanah rakyat untuk mengawasi dan mengontrol pemerintah.

Utang tetaplah utang, seberapapun besar manfaat utang, ketidakmanfaatannya jauh lebih besar. Kenapa? Karena sampai kapanpun RI tidak akan lepas dari jerat utang, bahkan membayar bunganya saja sulit apalagi ingin melunasinya. Apakah kita akan membiarkan setiap bayi yang lahir di Bumi Indonesia yang kita cintai ini memiliki beban utang sejak lahir? Oh negeriku, wake up, but don't do the stupid thing!
« PREV
NEXT »

No comments